Bbrrrr… Surabaya diguyur hujan

Alhamdulillah… akhirnya hujan turun juga kemaren malam di kota Surabaya yang panas ini. Meskipun gak seberapa deras, tapi hujan cukup lama mengguyur surabaya… kurang lebih 1 – 2 jam mulai jam 7 – 9 malam, lumayan tidurnya jadi nyenyak… gak ‘sumuk’ seperti biasanya.

Dan seperti biasa, hujan pertama di musim penghujan pasti menimbulkan sensasi tersendiri, seperti listrik mati, bau tanah kering yang tersiram air.. maknyuss! Dan pagi ini meskipun gak hujan, tapi hawa segar terasa sekali meskipun berada didalam rumah.

Sejarah Surabaya

Pada tahun 1612 Surabaya sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai. Banyak pedagang Portugis membeli rempah-rempah dari pedagang pribumi. Pedagang pribumi membeli rempah-rempah secara sembunyi-sembunyi dari Banda, meskipun telah ada persetujuan dengan VOC yang melarang orang-orang Banda berdagang untuk kepentingannya sendiri.

Setelah tahun 1625 Surabaya jatuh ke tangan kerajaan Mataram. Setelah takluk dari kerajaan Mataram, tahun 1967 Surabaya mengalami kekacauan akibat serangan para bajak laut yang berasal dari Makasar. Pada saat keadaan tidak menentu inilah muncul nama Trunojoyo, seorang pangeran dari Mataram dari suku Madura, yang memberontak terhadap Raja Mataram. Dengan pertolongan orang-orang Makasar Trunojoyo berhasil menguasai Madura dan Surabaya.

Di bawah kekuasaan Trunojoyo, Surabaya menjadi pelabuhan transit dan tempat penimbunan barang-barang dari daerah subur, yaitu delta Brantas. Kalimas menjadi “sungai emas” yang membawa barang-barang berharga dari pedalaman.

Baca lebih lanjut