Rekaman Pidato Bung Tomo yang berapi-api!

Memperingati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 Nopember 2008, aku mencoba mencari rekaman pidato bung Tomo saat mengobarkan semangat perjuangan yang berapi-api dalam mengusir penjajah Inggris dari Indonesia, khususnya di Surabaya… dan akhirnya ketemu juga rekamannya.

Meskipun di awal nopember ini belum ada kepastian akan diberikan gelar Pahlawan, namun pada akhirnya tanggal 7 Nopember 2008… alhamdulillah bung Tomo resmi mendapat Gelar Pahlawan Nasional. Sebuah gelar yang memang pantas buat tokoh sekelas beliau.

Monggo… dengarkan dengan seksama dan rasakan bagaimana semangat persatuan akan muncul di hati dan jiwa kita!

Iklan

Krisis Ekonomi di Amerika Serikat, Jilid 3

Masih seputar krisis ekonomi / moneter di Amerika Serikat, kali ini tulisan Dahlan Iskan dikhususkan pada penyelamatan bank sehubungan dengan dana masyarakat yang harus dilindungi oleh pemerintah.

Hari ini, aku baru tahu kalo Cito adalah adalah sebuah prioritas utama… hehehe… soalnya dari resep2 yang pernah aku bawa ke apotek, gak pernah ada tulisan Cito.

Cito! Cepat Selamatkan Dulu Bank!
Oleh Dahlan Iskan

Tujuh negara industri terbesar dunia berkumpul hari ini untuk mencari jalan keluar dari krisis moneter yang gawat ini. Tapi, para ahli sangat pesimistis mereka bisa menemukan jalan itu. Sudah begitu banyak masing-masing pemerintah menciptakan paket penyelamatan. Semuanya tidak bisa meredam kemerosotan pasar modal.

Bagi kita di Indonesia, harapan terbesar adalah jangan sampai unsur-unsur di dalam pemerintah berjalan sendiri-sendiri. Apalagi bertengkar. Kita semua tahu bahwa jumlah ahli ekonomi kita bukan hanya sangat banyak, tapi juga aliran ekonomi mereka berbeda-beda. Mulai dari yang beraliran konservatif sampai yang populis. Belum lagi yang menganut aliran sempalan. Masing-masing punya dasar pemikiran sendiri, merasa benar sendiri, dan saling bersikukuh mempertahankannya.

Baca lebih lanjut

Krisis Ekonomi di Amerika Serikat, Jilid 2

Melanjutkan tulisan sebelumnya… tetap menarik untuk dibaca, disimak, direnungkan dan ditiru oleh bloggers… kadang dalam hati aku bertanya ‘Gimana caranya bisa bikin tulisan hebat seperti ini ?” 🙂

Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan
Oleh: Dahlan Iskan

Tepat sekali langkah pemerintah Indonesia menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kemarin. Terlambat sedikit, kita bisa lebih kacau. Inilah saatnya kita mendahulukan nasib bangsa sendiri. Kita tahu, perusahaan asing lagi perlu uang untuk menutup lubang mereka yang dalam di negeri masing-masing. Karena itu, mereka perlu uang cepat. Salah satu caranya adalah menjual apa saja yang dimiliki, termasuk yang di Indonesia. Dan, yang paling cepat bisa dijual adalah saham di bursa.

Saking banyaknya pihak yang mau menjual saham itulah yang mengakibatkan harga saham jatuh 10 persen kemarin. Mereka berani menjual murah, menjual rugi, asal bisa segera mendapat uang cash. Sebenarnya sekaranglah saatnya membeli kembali saham Indosat, Telkomsel, atau apa pun, tapi kita belum cukup kaya untuk melakukan itu.

Baca lebih lanjut

Hari Pencoblosan Calon Gubernur Jawa Timur

Hari ini saatnya menentukan pemimpin atau Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk 5 tahun kedepan. Jam 7 aku pagi udah berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan harapan menghindari antrian panjang biar bisa langsung kerja, karna kebetulan kantorku gak libur.

Eehhh… ternyata nyampe TPS masih sepi… cuman ada 3 orang pemilih itupun panitia masih sibuk persiapan, so harus menunggu lagi. Mungkin sebagian kantor tetap memberlakukan jam kerja sehingga mengakibatkan beberapa orang malas ke TPS dan tentu saja, akan banyak kartu suara yang mubadzir tidak terpakai…

Pilihanku dan harapan untuk calon gubernur yang baik tetap ada, tetapi apapun hasilnya nanti… calon gubernur yang baru harus bisa memberikan kontribusi yang nyata untuk rakyat Jawa Timur tidak hanya sekedar janji manis saat kampanye.

Saat berangkat ke kantor jam 9, suasana jalan raya hampir seperti saat lebaran, sepiiii… tidak ada kemacetan dan kebisingan… waahhh kalo berangkat kerja kayak gini… bisa tenang dan santaai menikmati perjalanan 🙂

Sejarah Surabaya

Pada tahun 1612 Surabaya sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai. Banyak pedagang Portugis membeli rempah-rempah dari pedagang pribumi. Pedagang pribumi membeli rempah-rempah secara sembunyi-sembunyi dari Banda, meskipun telah ada persetujuan dengan VOC yang melarang orang-orang Banda berdagang untuk kepentingannya sendiri.

Setelah tahun 1625 Surabaya jatuh ke tangan kerajaan Mataram. Setelah takluk dari kerajaan Mataram, tahun 1967 Surabaya mengalami kekacauan akibat serangan para bajak laut yang berasal dari Makasar. Pada saat keadaan tidak menentu inilah muncul nama Trunojoyo, seorang pangeran dari Mataram dari suku Madura, yang memberontak terhadap Raja Mataram. Dengan pertolongan orang-orang Makasar Trunojoyo berhasil menguasai Madura dan Surabaya.

Di bawah kekuasaan Trunojoyo, Surabaya menjadi pelabuhan transit dan tempat penimbunan barang-barang dari daerah subur, yaitu delta Brantas. Kalimas menjadi “sungai emas” yang membawa barang-barang berharga dari pedalaman.

Baca lebih lanjut