3 Pelajaran Hidup dari Kung Fu Panda 3

image

Hari libur Nyepi dan Gerhana Matahari Total (GMT) kemaren sebenarnya gak ada niatan untuk nonton. Pengennya ngajak anak anak (krucil) ke Gramedia baca baca buku, namun gak sengaja layar handphone menampilkan poster film Kung Fu Panda 3, cek jadwal putar, cocok! Jadilah nonton film animasi keren ini bersama krucil.

Saya termasuk penonton setia film ini, mulai dari seri awal, kedua dan termasuk seri ketiga ini, karena banyak pesan moral dan nilai nilai positif yang disampaikan melalui cerita yang lucu, konyol, heroik dan mengharukan. Tulisan ini gak akan membahas alur cerita, namun lebih fokus pada nilai nilai positif atau pesan moral yang disampaikan dalam film tersebut.

1. Po menjadi Guru Kung fu

Di salah satu sesi latihan, master Shifu tiba – tiba saja menyatakan berhenti dari guru dan mengumumkan yang akan menggantikan dirinya sebagai guru kung fu adalah Po si Panda. Tentu saja Po menolak dan menyatakan dirinya belum memiliki kemampuan untuk mengajar kung fu terlebih banyak rekan senior yang dirasa memiliki kompetensi lebih baik dari dirinya, namun master Shifu merasa pilihannya tepat dan memberikan nasehat.

Jika kamu hanya melakukan apa yang kamu kuasai, kamu tidak akan bisa menjadi lebih baik

Akhirnya Po menerima amanah tersebut dan mencoba mengajarkan Kung Fu di sesi latihan berikutnya. Apa yang terjadi di hari pertama dia mengajar? berantakan! hahahaha dan seluruh muridnya merasakan latihan yang berat, tidak terarah bahkan menjerumuskan ke dalam bahaya.

Ya… untuk bisa menjadi lebih baik harus keluar dari zona nyaman dan berani mencoba hal hal baru yang belum dikuasai. Awalnya mungkin akan terasa berat, tapi seiring perjalanan waktu kita akan menguasainya dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

2. Jadilah dirimu sendiri

Setelah berada di kampung halaman panda dan untuk mengantisipasi kedatangan Banteng Kai, Po mempersiapkan diri dengan melatih kung fu ke semua panda yang ada di kampung tersebut dan menyatakan.

Aku tidak akan melatih kalian untuk menjadi aku, tapi aku akan melatih kalian untuk menjadi dirimu sendiri

Dan dimulailah latihan kung fu sesuai dengan bakat masing-masing panda, dan hasilnya cukup membuat banteng Kai kewalahan dan tidak menyangka jika mendapatkan perlawanan yang cukup sengit dari para panda. Pelajarannya adalah setiap orang itu unik, mempunyai bakat dan kelebihan masing-masing, tidak perlu minder jika kita tidak menguasai bidang tertentu namun yakinlah kita memiliki kelebihan di bidang lainnya yang tidak dimiliki orang lain.

3. Kerjasama

Di akhir cerita, pertarungan panda Po dan Banteng Kai kian sengit apalagi pertarungan di alam roh yang merupakan rumah / tempat banteng Kai ditempa dan berlatih selama 500 tahun untuk menguasai ilmu Chi. Karena itulah semakin lama panda Po semakin terdesak dan perlahan-lahan energinya semakin habis.

Di saat terdesak, seluruh panda dan Tigress berkumpul dan berhasil menyalurkan energi Chi ke panda Po

Mendapatkan kiriman energi Chi yang luar biasa besar, Po semakin kuat hingga berubah menjadi Satria Naga dan berhasil mengalahkan banteng Kai. Pelajarannya adalah tidak ada satu orang pun yang mampu dan berhasil meraih tujuannya tanpa bantuan orang lain. Apalagi didalam sebuah tim, masing-masing anggota mempunyai peran dan tanggung jawab yang akan mendukung tercapainya suatu tujuan bersama.

Sebenarnya masih banyak pelajaran hidup lainnya dari film Kung Fu Panda 3 ini, nanti kalo saya ceritakan semua disini gak seru, lebih baik segera ke studio bioskop terdekat dampingi anak-anak mengambil pelajaran penting dari film ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s