Sun Tzu: “Know the enemy and know yourself”

Sun Tzu

Sun Tzu: “If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles” (Art of War)

Sun Tzu: “Jika kamu sudah mengenal dirimu dan musuhmu, kamu tidak akan kalah dalam 100 pertempuran” (seni berperang)

Itulah salah satu poin menarik dari diskusi rutin selasa pagi kemaren di kantor yang disampaikan oleh mas @aidlon. Untuk mencapai kemenangan dalam peperangan, selain mengetahui kekuatan diri sendiri juga yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui segala hal tentang musuh. Dengan mengetahui  kekuatan dan kelemahan musuh, kita bisa mengatur strategi yang tepat untuk menyerang atau bertahan untuk mencapai kemenangan.

Tidak hanya dalam peperangan aja, dalam dunia bisnis pun strategi seperti ini harus dijalankan. Kebetulan yang diambil contoh adalah Nokia, sebuah produsen telepon seluler (ponsel) terbesar dari Finlandia yang akhir akhir ini penjualan produknya di seluruh dunia semakin melorot.

https://syamsyah.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifKebetulan saya mengikuti berita-berita seputar ponsel, jadi tertarik membuat tulisan ini untuk arsip di blog. Beberapa tahun yang lalu, hampir sebagian besar orang orang yang ingin membeli handphone memilih Nokia sebagai pilihan pertama. Ya… Nokia adalah raja pada waktu itu, semua orang memegang handphone dengan merk Nokia dan tak ada toko seluler yang tidak menjual Nokia.

Berada di posisi teratas dan merajai semua penjualan handphone, membuat Nokia lupa diri tidak menengok kearah kompetitor. Nokia merasa yakin dan percaya diri, posisinya tidak akan digeser oleh kompetitor. Dan pada kuartal pertama tahun 2012, posisi sebagai produsen ponsel terbesar direbut oleh Samsung, produsen ponsel dari Korea Selatan. Dengan penjualan 93.5 juta ponsel, Samsung akhirnya merebut posisi sebagai produsen ponsel terbesar dari Nokia dimana pada kuartal yang sama mampu menjual 82,7 juta ponsel.

Samsung adalah salah satu produsen kreatif dan mampu menerapkan prinsip “Know your enemy and know yourself” dengan baik. Samsung menanamkan berbagai Operating System (OS) mulai Windows Mobile/PhoneAndroid dan Symbian ke dalam produk-produknya untuk menguasai pasar ponsel didukung dengan layanan purna jual dengan kualitas diatas rata-rata kompetitor lainnya. Selain itu Samsung juga rajin menerapkan prinsip ATM atau Amati, Tiru & Modifikasi untuk membonceng ketenaran ponsel yang lagi nge- tren. Hal ini bisa dilihat dari beberapa produknya yang disain fisiknya banyak mencontek dari Apple, produsen iPhone & iPad.

Kalo Samsung menerapkan prinsip tersebut dengan berusaha melirik produk kompetitor yang sedang ngetren, kemudian membuat produk yang sama dengan kemampuan dan disain yang hampir mirip. Apple juga menerapkan prinsip dari Sun Tzu tersebut dengan baik, tapi dari sisi yang berbeda. Semua teknologi yang digunakan Apple dalam semua produknya, telah didaftarkan hak patennya. Apple melirik kompetitornya apakah menggunakan teknologi yang sama yang telah dipatenkan, jika ada produsen lain yang menggunakan teknologi yang sama maka harus membayar ke royalti ke Apple, inilah yang sering terjadi antara Apple & Samsung… bertemu di pengadilan untuk menyelesaikan masalah hukum terkait paten teknologi.

Kesimpulannya… Nokia terlambat mengintip kekuatan kompetitor, sedangkan Samsung dan Apple mampu menerapkan prinsip “Know your enemy & know your self” dengan strategi yang berbeda.

One thought on “Sun Tzu: “Know the enemy and know yourself”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s