Kisah kisah Caleg yang gagal / kalah dalam Pemilu 2009

stressKalah, Caleg di Tangerang Mengamuk

Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.

Sekitar pukul 17.00 WIB saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara.

Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

“Ia diketahui kalah dalam perolehan suara, namanya ada di daftar pemilih tapi kalah dalam pemilihan,” kata salah seorang petugas KPPS Tedi, sabtu 11 April 2009.

Tedi mengatakan, caleg ini mengalami stres yang berlebihan, hingga mengalami depresi. Sebab tingkah lakunya sudah seperti orang gila, dengan rambut yang masih klimis, dan hanya mengenakan celana pendek, bahkan menjadi bahan ejek anak-anak.

Warga yang menyaksikan ulah caleg aneh itu, tidak ada yang berani mendekat dan hanya melihat dari jarak kejauhan saja. “Bahkan sesekali ia melempari warga dengan cangkir sambil marah-marah,” tuturnya.

“Saya tidak perlu sebut nama dan partainya tidak enak mas, yang  jelas nama dia masuk daftar caleg,” ujar Tedi.

Mengetahui hal itu, keluarga langsung membawanya pulang dan meminta maaf kepada warga karena telah terganggu ketenangannya. “Keluarganya datang membawanya pergi, setelah kami beritahu,” tambah Tedi.(VIVAnews)

http://www.tvone.co.id/pemilu2009/terkini/view/11310/2009/04/11/kalah_caleg_di_tangerang_mengamuk

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kecewa, Caleg Nekat Blokir Jalan

INILAH.COM, Bulukumba – Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Andi Langade Karaeng Mappangille bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, penutupan jalan tersebut berlangsung sejak Minggu (12/4) petang, sehingga membuat arus lalu lintas menjadi macet total karena sepanjang jalan 3 km itu dipalang dengan menggunakan sebatang pohon dan tumpukan batu.

Andi Langade yang diusung dari dapil II Kab Bulukumba, Sulsel, ini mengaku kecewa dengan warga Dusun Biloro, Kel Tanet, Kec Bulukumpa yang tidak banyak memilihnya.

Meskipun belum memiliki perolehan jumlah suara sah dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun KPU Bulukumba. Namun, 101 TPS di 2 kecamatan hanya 71 saksi yang melaporkan jumlah suara yang diperolehnya.

“Penutupan yang dilakukan oleh Karaeng Mappangille sebagai bentuk kekecewaan terhadap warga yang tidak banyak memilihnya pada pemilu caleg 9 April lalu. Meskipun belum ada keputusan resmi dari PPK dan KPU Bulukumba namun laporan saksi sudah cukup,” ujar salah seorang warga yang namanya tidak mau disebut.

Menurut Andi Langade, dirinya berhak melakukan penutupan jalan Mappatunrung, Dusun Biloro, Kec Bukumpa karena jalan yang digunakan oleh sekitar 400 penduduk itu merupakan tanah milik alamarhum kakeknya yang juga pejuang 45.

Dirinya menambahkan, jika polisi ataupun pemerintah setempat memaksakan untuk membuka pemblokiran jalan yang dilakukan oleh timnya itu, dirinya terpaksa akan membongkar aspal jalan dan menggantinya dengan sebidang sawah seperti semula. [*/bar]

http://inilah.com/berita/politik/2009/04/13/98271/kecewa-caleg-nekat-blokir-jalan/

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalah Pemilu Caleg Ambil TV Yg Disumbangkannya

Ada-ada saja tindakan calon legislatif (caleg) yang kalah dalam pemilu legsialtif, 9 April lalu. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.

Akibat ulah sang caleg, puluhan warga RT 02 Kelurahan Falawaja II marah. Mereka bahkan merusak kotak televisi. Mereka kemudian menyiram televisi dengan bensin dan membakar kotak ajaib itu. Tindakan warga ini dilakukan karena warga kecewa setelah caleg dari sebuah partai mengambil televisi milik warga yang ditempatkan di pangkalan ojek. Televisi tersebut diambil diam-diam pada malam hari.

Sebelumnya, saat kampanye terbuka lalu caleg bernama Hartati memberikan televisi kepada warga dengan harapan mendapatkan suara maksimal. Namun, dalam pemilu 9 April lalu Hartati hanya mendapatkan tiga suara. Hartati sendiri membantah telah mengambil televisi tersebut. Ia menduga, televisi itu diambil para pendukungnya.(DOR)

http://ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com/2009/04/kalah-pemilu-caleg-ambil-tv-yg.html

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Gagal Pemilu Caleg Partai Patriot Stres

Dugaan bahwa calon legislatif (caleg) yang tidak terpilih akan mengalami gangguan kejiwaan tampaknya mulai mendekati kenyataan. Akibat perolehan suara yang tidak sesuai harapan, seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi.

Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.

Untuk mengembalikan kondisi psikis dan mentalnya, Iwan Setiawan kemudian menjalani ritual terapi pengobatan dengan menggunakan air dari sumur tua yang berada di sebuah padepokan supranatural di Cirebon. Di tempat ini pasien akan menjalani terapi dua hingga tiga kali untuk mengatasi depresi yang mereka alami. Menurut pengurus padepokan Ujang Bustomi, sudah ada puluhan caleg yang mendaftar untuk menjalani terapi mental akibat mengalami depresi.(DOR)

http://ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com/2009/04/gagal-pemilu-caleg-partai-patriot-stres.html

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Diduga Jantungan karena Suara Minim, Caleg Hanura Meninggal

DENPASAR, KOMPAS.com — Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

Wanita asal Desa Bengkel, Busungbiu, itu mengembuskan napas dalam perawatan intensif di UGD RS Wijaya Kusuma, Seririt, Kabupaten Buleleng. Pemilu legislatif di Pulau Dewata kali ini diikuti total 5.065 calon anggota legislatif dari 36 partai politik dengan memperebutkan 390 kursi di DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Dengan demikian, ada 4.675 caleg yang gagal memperebutkan kursi dewan. Prof Dr Luh Ketut Suryani, psikiater kenamaan, memprediksi, sebagian caleg yang gagal meraih kursi di DPRD akan mengalami stres karena telah mengeluarkan uang cukup besar.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/11/11353570/Diduga.Jantungan.karena.Suara.Minim..Caleg.Hanura.Meninggal

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Keluarga Berperan Cegah Caleg Stres

Anggota keluarga memiliki peran dengan menghibur dan menasihati kepada caleg yang gagal terpilih pada Pemilu, 9 April 2009, sehingga dapat mencegah kemungkinan depresi berat bagi caleg yang bersangkutan, kata Ketua Forum Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa (FJKKJ) dr G Pandu Setiawan, SpKJ.

Ketika menjawab pers tentang kemungkinan caleg yang gagal akan menderita depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ), di Jakarta, Rabu, mantan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Depkes itu menegaskan, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan caleg yang gagal terpilih akan menderita depresi, karena masih ada keluarga dan kelompok masyarakat terdekat yang mampu membantu mencegah timbulnya depresi.

Apalagi, kata Pandu, jika caleg yang gagal itu memiliki mental pertahanan diri yang kuat, maka mereka akan menghadapi kegagalan itu dengan tenang dan tidak sampai pada stres dan depresi, karena sebelumnya sudah terbiasa mendapat tekanan, dan selanjunjutnya akan memulai perencaan program baru.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/09/23052654/Keluarga.Berperan.Cegah.Caleg.Stres.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Peribadi : Caleg Harus Cerdas Menerima Kekalahan

Calon anggota legislatif (caleg) tidak hanya cerdas menerima kemenangan dalam Pemilihan legislatif mendatang, tetapi yang terpenting lagi adalah bagaimana caleg juga harus memiliki kecerdasan untuk mau menerima kekalahan dalam pemilu legislatif, jika dalam proses pemilihan nanti terbukti tidak mampu meraih kursi tersebut. Demikian diungkapkan, pengamat politik, Peribadi saat menjadi panelis dalam workshop sosialisasi pemilu di Hotel Imperial, yang diselenggarakan KPU Konawe Selatan,
Sabtu (22/11).

Dikatakannya, kecerdasan menerima kekalahan ini sangat perlu dimiliki oleh setiap petarung politik termaksud caleg, sebab yang selama ini timbul adalah ketika petarung kalah dalam pertarungan politik, yang bersangkutan tak mau mengakui kemenangan lawan, namun justru sebaliknya, berbalik mengugat kemenangan lawannya.

Disebutkannya, paling tidak, ada tiga jenis kecerdasan yang telah membudaya pada masyarakat, pertama kecerdasan mendengar, tentu hal ini, caleg harus dimilikinya, apalagi menjadi pendengar yang baik, namun yang terpenting lagi adalah kita harus memiliki kecerdasan mendengarkan orang yang berbeda pandangan dengan kita.

Sehingga dengan begitu, kita mampu membedakan nuansa skeptisisme dan gelagat kritisisme. Kedua, caleg sedapat mungkin fleksibel dan cemerlang dalam lingkungan yang heterogen. Dalam konteks ini kata peribadi, bukan pluralisme. akan tetapi menunjukkan sikap dan perilaku empati atas segala perbedaan yang dimiliki setiap orang, sehingga dehumanisasi, deforestasi dan degradasi lain yang kini mengedepan, tidak kian menjadi-jadi. Dan ketiga adalah, amat cerdas menerima kekalahan dari kawan dan lawan yang sukses gemilang memenangkan pertarungan kursi panas.

“Banyak petarung Pilkada amat cerdas menerima kemenangan, tetapi amat sangat goblok menerima kekalahan,” terangnya. Cr5/B/ARI

http://kendariekspres.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=100

Sumber gambar: http://www.noticias0.com/wp-content/uploads/2008/12/stress.jpg

79 thoughts on “Kisah kisah Caleg yang gagal / kalah dalam Pemilu 2009

  1. wong-eling berkata:

    Namanya juga permainan, harus siap menang dan siap kalah. Bagi yang menang siap-siap cari banyak duit buat bayar utang yang dipake sebelumnya untuk dana kampanye, dan bagi yang kalah harus siap-siap stress dikejar penagih utang.
    sempurnanya demokrasi!!

  2. amat berkata:

    Halo teman-teman caleg yang gagal dalam pemilu dewan 2009 ini, tunujukkanlah dirimu, bahwa dirimu adalah calon peminpin di masa akan datang. Oleh karena itu, terimalah kekalahan itu dengan lapang dada dan satria. Saya juga caleg kok kemarin dan gagal karena perolehan suara teman separtai lebih tinggi. Persiapkanlah dirimu untuk lima tahun yang akan datang. Siap phisik, siap mental dan siap finansial. Bangunanlah network anda mulai saat ini. Sebab kata orang, segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik, hasilnyapun akan baik pula. Berjuang terus

      • korantarget berkata:

        Setuju !!
        Kalau kita percaya bahwa kita ingin menjual “Visi dan Misi”kita dan bukan “Uang dan Janji” kita. Kekalahan adalah sesuatu yang sudah harus diperhitungkan.
        CONTOH OBAMA KETIKA MENANG, JADILAH MCCAIN KETIKA KALAH !!!

  3. Nah……..ketauan kan nyalonin diri itu untuk kepentingan rakyat atau pribadi….

    @ caleg Yang kalah nekad blokir jalan, sekolah = itu preman kali yah (untung ga kepilih, klo ga rakyat juga yang susah)

    @caleg yang tarik balik TV : aduh tu caleg pendek akal…ga niat n pelit pantas ga k pilih..emang ga mo main lagi 5 taon ke depan? mikir panjang bro…

  4. tipsbisnisuang berkata:

    pikir2 bagusan pemilihan ketua kelas. Tidak pake tunjuk jari, tapi dipilih temen2nya. Nah kalo caleg stress karena banyak tunjuk jari, pdhl tetangga kanan kiri bilang,” loe sapa ya ?”

  5. handokoaji berkata:

    sebutin aja mas dari partai mana tuh caleg?
    itulah kalau niatnya dari awal sudah salah, nggak ikhlas tuh kalau jadi pejabat bahayaaaaa……………………….

  6. wah..akhirnya semuanya memang menjadi kenyataan…..banyak yang gak ikhlas menerima kekalahan…buat mas amat yang mengaku caleg tapi ikutan gak kepilih, sabar mas…insyaAlloh klo 5 tahun ke depan kita masih bisa bernafas, mari kita berjuang kembali, apapun partaimu, aku dukung deh…

  7. dokterasli berkata:

    sip
    itulah demokrasi
    mari perbanyak utang demi “kebaikan” demokrasi kata pengagum demokrasi
    silahkan rawat para korbannya sekarang smoga cepat sembuh
    lebih baik sumbangkan ke orang miskin yang membutuhkan daripada cari suara

  8. jejakpbsid07 berkata:

    semua itu ada kekalahan dan kemenangan,,,,
    tergantung kita sendiri menanggapinya….
    karena walaupun kita kalah, toh jalan lain akan terbuka,,,
    tetap berjuanglah wahai putra dan putri Indonesia,,,
    di tangan kalian jua lah,nasib bangsa ni akan ditentukan…

  9. fadlur berkata:

    wah ada juga caleg yang sampai stress karena pemilu, kalau bisa saya menyarankan kepada caleg yang akan ikut pemilu yang akan datang agar lebih mempersiapkan mental, supaya tidak terjadi lagi kejadian sekarang ini!!!!!!!!!!

  10. Alex Cassanova berkata:

    Segalanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
    Ini memang sudah jaman gila.
    Siapakah Satrio Piningit Bangsa Indonesia Nantinya?
    Penyelamat negara ini…

    Ada sedikit tambahan cerita…
    Daerah Pemilihan Wonosari Gunungkidul ada Caleg wanita partai PDIP Kalah Pemilihan Suara (periode lalu) dari rekan separtainya, dia marah-marah… Sehingga partainya memutuskan untuk membagi 2 ( 2,5tahun untuk pemenang dan 2,5 tahun untuk si dia). Pada pemilihan tahun ini, dia menang tetapi tidak mau membagi dengan rekannya….
    Ngotot banget yach soal duit….?
    Gak tau malu….!
    Ibu Rumah Tangga lagi!
    ….
    Doaku…semoga anaknya tumbuh jadi anak yang baik….

  11. rosa berkata:

    Di TV malah banyak kisah caleg yang meminta kembali barang yang udah dikasih. Misal karpet untuk ibu-ibu pengajian, orgen untuk kelompok kasidahan di desanya, bahkan ada yang minta pasir untuk ngebangun perangkat desa. Ada juga yang ngebela-belain ngebangun puskesmas. Trus parahnya lagi ada penduduk yang minta duit beli suaranya sebesar 1 juta. Kacau. Pembelajaran politik bangsa kita masih segini, mo gimana lagi.

    website: http://www.gangsir.com

  12. orang itu tergantung pada niatna,dan ia akan memperoleh apa yg diniatkannya. niat jdi caleg biar dpt duit, ibarat orang bermain judi. Ehh……….ternyata ga jadi . Cape dech….!

  13. juliusramadhan berkata:

    di tempat saya di dumai berdasarkan berita yang dimuat harian lokal, ada tim caleg yang mencabut tiang listrik yang telah disumbangkan kepada warga, karena pada PEmilu kemarin suara yang diraupnya di daerah itu tidak banyak oleh karena itulah tiang listrik sumbangannya di cabut kembali. Namu, menurut caleg yang bersangkutan bahwa yang mencabut tiang listrik tersebut adalah tim suksesnya dan itu bukan atas perintah dia.

    hiihihih. aya..aya wae

  14. Kalo nggak adapat suara, lalu stres biarin aja,,, bener kata yg lain,,, kali stress berarti dia mmang nggak punya niat buat membela negara, dia hanya bela diri sendiri…

    MANUSIA BODOH!!!

    nggak mikir apa???

  15. Cerita caleg kalah dan menjadi stress (gila) tidak begitu membuat saya khawatir, tetapi yang lebih saya khawatirkan justru mereka yang dinyatakan lolos menjadi anggota legislatif tapi malah kemudian menjadi stress alias gila, seperti yang dicontohkan beberapa oknum anggota legislatif Hasil Pemilu 2004

  16. Bung “yang gagal” caleg, seharusnya anda sudah siap lah, masa andasudah KO anggapannya sudah the ends of the world, ya mungkin anda juga kurang di kenal, toh berjibun juga mukanya yang ga dikenal sama sekali, mana orang bisa percaya…yang penting percaya saja Rezeki ga kemanalah…. mana kancah di politik itu sepak terjangnya lumayan tinggi kalo begini sudah stres gimana udah jadi caleg… makin ilang stres gituh ???

  17. riyanto berkata:

    Makanya mikir sebelum ambil tindakan,buang uang begitu besar ujungnya jadi gila kasihan keluarga harus cari uang lagi untuk berobat

  18. smansakakap berkata:

    Hm…, kini sudah terbukti siapa calon yang berkualitas. Sebagai anggota dewan nantinya, mereka harus kuat mental karena tugas yang diemban nantinya lebih berat dari berkampanye.

    Semoga yang gagal bisa menerima kekalahannya dan yang menang dapat menjalankan tugasnya dengan bertanggung jawab. Amin🙂

  19. defrimardinsyah berkata:

    Banyak komentarnya neh.. we boleh ikutan tah..

    Kadang kita hanya ikut mentertawaikan kegagalan yang diterima oleh para caleg yang gagal. mungkin saja diantara caleg yang gagal itu banyak anak bangsa yang memiliki kemampuan dan idealisme yang bagus bagi bangsa ini. kekalahan yang diterima mereka karena modal yang tanggung, baik modal jaringan apalagi modal keuangan.

    yang menang melenggang ke senayan belum tentulah pribadi yang mumpuni, keberhasilannya lebih didukung oleh modal yang kuat dan mungkin saja ada teknik-teknik tertentu yang dapat memenangkannya.

    Jangan khawatirkan nasib para caleg yang gagal itu, khawatirlah akan nasib bangsa ini. plototin para anggota parlemen yang terpilih 24 jam sehari, 7 hari seminggu, karena kemungkinan besar merekalah yang akan berpotensi merugikan bangsa ini.

    perhatikan undang-undang yang dibuat, apakah memang mementingkan rakyat.

    Sistem politik Indonesia, saat ini sudah menuju politik liberalisasi yang akan diikuti oleh sistem ekonomi liberal yang kapitalisme, siapa yang kuat akan menang, yang kaya akan menguasai ….

    akhirnya kita, yang tidak memiliki modal kuat, akan tersingkir..
    masih bisa tertawa ?..
    mari kita tertawa bersama…. serius amat bacanya…

    renungkanlah..

  20. pimpii berkata:

    wah… inikah wajah sebagian besar caleg kita. Inikah wajah orang-orang pilihan yang nantinya akan menjadi pemimpin kita. Bagaimanakah lagi jika mereka mendapat tekanan yang sedemikian besar pada saat memimpin nanti. Bukankah pada saat berani jadi pemimpin harus bersedia hidup dalam situasi penuh marabahaya san hidup di bawah tekanan.

  21. sun_3 gaulzzz berkata:

    Doa penangkal SUTRIZzz anti setan n jin:

    … اللهم اني اعوذ بك من الخبث و الخبائث …

  22. Nafsu amat sih jadi caleg….😀
    Untung tuh orang pada nggak jadi…lha kalo jadi, yg diurusin bukan konstituennya tapi gimana caranya duit yang udah abis buat kampanye bakal balik lagi:mrgreen:

  23. sman1cisolok berkata:

    wah…..semoga kita di jauhkan dari hal hal sedemikian
    semoga kita terhindar dari hal sedemikian….
    kata bimbo juga begono hoho….

  24. Nice post! This really helps me to find the answers to my question. Hoping that you will continue posting an article having a useful

    information. Thanks a lot!

  25. suriyani berkata:

    assalamu alaikum kami mau berbagi pengalaman kepada seluruh anggota honorer yang sudah mengabdi beberapa tahun di instansi pemerintahan yang belum masuk k1 maupun k2 karna di mana saya sudah masuk K1 Berkat bantuan bapak TAUCHID DJATMIKO di BKN PUSAT Jadi buat teman honorer yang ingin seperti saya silahkan di hubungi beliau jangan sampai dia bisa membantu di nomor telp.0812-9343—4567 atas nama TAUCHID DJATMIKO SH.M.SI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s