Tahun Kabisat Adalah…

Hari ini tepat tanggal 29 Februari 2008, dan jarang-jarang bisa menulis di tanggal 29 februari 2008 karena tanggal ini hanya muncul 4 tahun sekali. Kok bisa ??? Baca penjelasan tentang Tahun Kabisat yang saya ambil dari Wikipedia.

Tahun Kabisat adalah sebuah Tahun Syamsiah di mana tidak terdiri dari 365 hari tetapi 366 hari. Satu tahun syamsiah tidak secara persis terdiri dari 365 hari, tetapi 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 45,1814 detik. Jika hal ini tidak dihiraukan, maka setiap empat tahun akan kekurangan hampir satu hari.

Maka untuk mengkompensasi hal ini setiap empat tahun sekali (tahun yang bisa dibagi empat), diberi satu hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam, 48 menit dan 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000).

Tahun Kabisat menurut definisi ini ada sejak diluncurkannya kalender Gregorian. 

Adidas Batik Indonesia – Materials Of The World Project

Adidas Batik

Seperti yang anda lihat diatas, Adidas mengeluarkan produk baru dengan ciri khas Indonesia (Jawa) berupa motif Batik dalam seri “Adidas Materials Of The World Project“. Dengan produk baru tersebut, membuktikan bahwa Batik memang ASLI MILIK Indonesia bukan seperti yang diakui dan dipatenkan oleh Malaysia.

Jaketnya sangat cocok kalo dipake saat ada kondangan… 🙂

Inspired by the very act of creating a Batik-Made fabric which has a strong symbolic meaning for the Javanese. It is said that each time the Batik craftsman executes a particular intricate pattern the design is not only fixed to the cloth, but the meaning of the design is engraved ever more deeply in the soul of the Artisan. This highly skilled process, involving complicated dyeing and dye-resist processes, is regarded highly by many Indonesians as one of the six Priyayi or “High Arts”. (hypebeast.com)

Baca lebih lanjut

Akhirnya… Pulang Ke Rumah…

Alhamdulillah, kemaren senin siang (18.02.2008) dzaky telah pulang kerumah setelah 10 hari dirawat di rumah sakit RKZ.

Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, udah 2 kali gigi dzaky yang gigis mengeluarkan darah. Dan setelah dirujuk ke dokter gigi, disimpulkan gigi tersebut harus dicabut karena sudah mulai rusak.

Dan anehnya setelah giginya dicabut, saat itu juga suhu tubuhnya menjadi normal dan stabil padahal sebelumnya selalu naik turun tidak karuan.

Karena sudah 2 hari suhu tubuhnya normal, maka senin kemaren dzaky diperbolehkan pulang. Akhirnya… lega juga melihat kondisi dzaky yang semakin baik. Alhamdulillah…

Cepat Pulang Nak…

Sampai dengan hari jumat ini (15.02.2008) sudah 7 hari dzaky masih dirawat di rumah sakit. Sebenarnya bengkak di wajah dzaky sudah hilang, yang jadi masalah sekarang adalah panasnya tidak stabil sering naik turun sehingga sama dokter Chely tidak diperbolehkan pulang.

Oh ya.. seperti janjiku pada tulisan sebelumnya untuk upload photo dzaky saat wajahnya bengkak, bisa anda lihat diatas. Gambar pertama (kiri-kanan) adalah saat-saat dimana bengkaknya mencapai puncak, kedua matanya lebam dan yang paling parah bibirnya juga membengkak gak karuan.

Gambar kedua, bengkaknya udah mulai berkurang sedikit demi sedikit dan gambar ketiga bengkaknya sudah tidak menghilangkan bekas, cuman harus di-kompress karena panasnya naik turun.

Selama 8 hari ini, sudah puluhan kali dzaky disuntik baik itu diambil darahnya, suntik antibiotik dan suntikan-suntikan lainnya yang cukup membuat hatiku jadi kacau mendengar tangisannya dan juga terkadang diikuti dengan gemetar tubuhnya. Tapi semuanya aku percayakan kepada dokternya dengan diiringi juga doa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kesabaran.

Dokternya juga agak bingung dengan panas dzaky yang tidak mau stabil, kemaren sudah dites darah Demam Berdarah dan hasilnya NEGATIF juga tes Infeksi Saluran Kencing hasilnya NEGATIF, yaa semoga aja penyakitnya segera diketahui agar bisa segera diobati.

Berikut ini gejala penyakit yang sampai sekarang masih dirasakan dzaky.

  • Panas naik turun sekitar 36-39
  • Terkadang ada bintik-bintik kecil merah
  • Terkadang ada bercak merah saat suhunya naik
  • Trombositnya sempat turun ke 150 ribuan dan terakhir sudah naik ke 178
  • Ada beberapa komponen darahnya yang menyimpulkan terjadinya infeksi
  • Kemaren malam (14.02.2008) dan pagi tadi (15.02.2008) gigi dzaky yang gigis mengeluarkan sedikit darah

Selain cerita penuh was-was dan khawatir ada juga beberapa hal yang membikin aku dan mamanya bisa tersenyum dan ketawa.

  • Kamusnya bertambah dengan kata-kata “Tidak, Daging, Bambang, Gelap, Duduk, Jatuh”
  • Sudah bisa akting saat dia tidak mau minum susu dengan pura-pura batuk agar kami tidak jadi menyodorinya susu
  • Selalu berusaha untuk mengajak bercanda, seperti saat lampu kamar dipadamkan dzaky memejamkan mata dan selang 5 detik kemudian… “Laa…” candanya sambil tersenyum
  • Bisa anda liat poto diatas, meskipun wajahnya bengkak dzaky masih sempat tersenyum

Udah seminggu ini aku kangen saat dia menyambut ayahnya pulang, aku kangen saat dia bermain-main dengan riangnya, aku kangen saat dia berlari kesana kemari, aku kangen sekali dengan keceriaannya dirumah.

Ya Allah… Engkau Maha Penyayang, Engkau Maha Pemurah, Engkau Maha Pemberi, berilah dzaky kesembuhan, jauhkan dirinya dari segala penyakit, berilah dia kekuatan dan kuatkanlah hati kami sekeluarga. Amin.

Wajah Dzaky Bengkak

Waaa… nggak ada sebulan dzaky harus masuk rumah sakit lagi! Pertengahan bulan januari lalu baru keluar dari RS Darmo setelah rawat inap selama 3 hari karena muntaber, ehh sekarang kok masuk ke rumah sakit lagi.

Dibalik keceriaan dan energi yang luar biasa besar, gimana gak luar biasa, duduk hanya waktu makan dan minum selebihnya lari kesana kesini, ternyata jagoanku sangat sensitif terhadap makanan dan lingkungan.

Hari jumat kemaren (08.02.08) jagoan kecilku masuk rumah sakit RKZ dengan wajah bengkak (mengingatkanku saat aku keracunan), kedua matanya lebam dan yang paling parah adalah bibirnya yang mungil ikut lebam… kalo aku gambarkan… persis seperti wajah orang yang dihajar massa!

Awalnya, kamis pagi setelah bangun tidur (07.02.08) beberapa bagian tubuhnya seperti tangan, perut dan sedikit di wajahnya terdapat bintik kemerahan seperti habis digigit ulat, semakin digaruk semakin besar bintik merahnya dan menjadi seperti ‘pulau’ merah.

Mamanya beranggapan mungkin digigit nyamuk biasa jadi dia ambil minyak tawon dan dioleskan di daerah yang ada bintik/bercak merah, dan tak seberapa lama kulitnya menjadi normal kembali.

Jumat (08.02.08) jam 1 dini hari, dzaky menjerit dan menangis… mamanya langsung bangun dan sangat kaget karena wajah dzaky bengkak di mata kanan dan juga gatal-gatal di sekujur tubuhnya selain itu suhu tubuhnya juga cukup panas.

Kami langsung membawanya ke UGD rumah sakit RKZ dan nyampe sana dzaky langsung diselimuti dengan kain basah karena setelah diukur panasnya mencapai 40 derajat dan kalo dibiarkan bisa kejang-kejang.

Sampe jam 3 subuh kami di UGD, dan suhu tubuh dzaky udah menurun menjadi 38,3 dan disuruh pulang oleh dokternya dengan catatan pagi-pagi harus kontrol ke dokter anak untuk mengobati bengkak yang belum ada tanda-tanda sembuh.

Meskipun masih ngantuk, aku dan mamanya harus bangun jam 5 pagi untuk persiapan mengantar dzaky ke rumah sakit kembali. Aku cukup kaget melihat bengkak di wajah jagoanku semakin parah… kasihan sekali melihat dzaky… bahkan mamanya sempet tidak mau melihat wajah dzaky karena tidak tega dan juga takut terjadi apa-apa.

Setelah sholat subuh, kami langsung berangkat ke RS dan mencari dokter anak yang praktek paling pagi. Kami tidak pilih-pilih dokter, yang penting dzaky ditangani secepat mungkin. Sambil menunggu giliran pemeriksaan, setiap orang yang melihat dzaky selalu tertegun dan menanyakan kok bisa seperti itu.

Saat giliran pemeriksaan, Dr Chely ikut terheran-heran melihat wajah jagoanku dengan bengkak yang cukup parah. Beliau menyarankan agar dzaky rawat inap untuk mencegah pembengkakan wajah yang lebih luas dan ditakutkan bisa merusak jaringan lunak.

Kami juga menceritakan kalo dzaky abis makan ikan bandeng dan juga minum vitamin gigi Calcium Sandos untuk memperkuat giginya. Saat itu Dr Chely tidak bisa memutuskan penyebab alergi yang terjadi. Yang penting untuk saat ini obatnya tidak diminum dan juga menghindari makan ikan bandeng.

Bersambung…

** Tunggu tulisan berikutnya dan juga foto dzaky saat wajahnya bengkak

Selamat Jalan Mbah Bakeri…

Innalilahi wa inailahi rajiun… tanggal 03.02.2008 telah meninggal dunia dengan tenang Mbah Bakeri tercinta dalam usia kurang lebih 90 tahunan. Semoga diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya dan segala amal baiknya mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Banyak  pengalaman menarik saat beliau masih hidup, beliau ini perokok berat tapi bisa berhenti saat umurnya mencapai 80-an. Kalo lihat orang ngerokok pake rokok klobot (dilinting sendiri) jadi teringat waktu kecil sering disuruh beli rokok klobot di toko Ria (sekarang menjadi Ria Swalayan).

Meskipun perokok, alhamdulillah sampai akhir hayatnya tidak pernah diserang penyakit ganas, paling-paling panas pusing dan demam. Kalaupun sakit, obatnya hanya satu dan tidak ada yang lain yaitu Bodrex.

Sakit apapun itu demam, pusing, panas, meriang dan lain-lain, beliau selalu minta dibelikan Bodrex dan ajaibnya selalu sembuh. Mungkin keyakinan untuk cepat sembuh yang membuat beliau cepat sembuh dan tetap sehat.

Saat kecil sering juga diajak ke sawah (beliau menyebutnya Tegal) untuk memanen padi dan lombok atau cabe… dalam perjalanan ke sawah waktu itu banyak sekali sungai kecil dengan air yang bening dan segar, dan sekarang sudah berubah menjadi perumahan elit (Dian Istana, Graha Famili).

Umur 75-an keatas mbah Bakeri sudah tidak mengikuti perkembangan jaman lagi. Yang beliau tahu semua harga kebutuhan pokok masih di sekitar 1-5 rupiah dan paling mahal pun cuman 25 rupiah. Pernah suatu ketika beliau ke warung sebelah rumah untuk ambil 2 linting rokok dan cuman dibayar dengan uang receh 2 rupiah, tapi penjual tersebut tidak kaget karena sudah hafal dengan kebiasaan mbah Bakeri.

Banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil dari kehidupan beliau seperti bekerja keras, hidup sederhana, menabung dan yang paling penting terus meningkatkan ibadah.

Ibadah… ini yang paling aku kagumi dari beliau, meskipun sudah tua dan kondisi fisiknya sudah tidak kuat lagi tapi beliau masih bisa ambil air wudhu sendiri di kamar mandi dan tetap menjalankan sholat 5 waktu meskipun harus dengan duduk.

Selamat jalan mbah Bakeri…