Berburu Air Kencing

Sampai dengan tanggal 08/10/2007 sakitnya dzaky belum juga menunjukkan tanda-tanda membaik, panasnya masih naik turun diiringi dengan pilek dan sariawan. Saat itu memang udah rencana sama mama-nya dzaky, pulang kerja dzaky harus dibawah ke dokter lagi.

Sehabis sholat maghrib dan buka puasa, kami bertiga berangkat ke dokter langganan kami di Prakter Bersama Dokter Spesialis RKZ Jl. Ciliwung. Biasanya yang praktek untuk anak adalah Dr. Dina, tapi udah 2 kali kami kesana prakteknya masih dipegang Dr. Lusi. Kami bilang ke Dr. Lusi kalo obat yang diberikan sebelumnya belum menunjukkan gejala-gejala yang baik, dzaky masih tetap panas dingin.

Dr. Lusi bilang kalo demamnya kali ini agak membandel dan akan diberikan resep baru menggantikan resep sebelumnya. Jadi obat yang pemakaiannya harus dihabiskan itu diganti dengan obat baru yang lebih baik. Memang harganya lebih mahal dari sebelumnya, kalo sebelumnya seharga 70 ribu kini harga obat baru tersebut sekitar 130 ribu. Dan syukur alhamdulillah (masih bisa bersyukur saat dzaky sakit) obatnya akan diganti oleh kantor berapapun nilainya.

Selain mengganti obat, Dr Lusi juga mengajurkan agar dzaky di tes darah dan urine untuk mengetahui apakah dzaky terkena penyakit demam berdarah, tipus atau lainnya. Nah saat tes darah dan urine inilah petualangan berburu air kencing dimulai.

Besoknya tanggal 09/10/2007, aku ijin cuti dadakan khusus untuk mengantar dzaky ke laboratorium Pramita untuk tes darah dan urine. Kenapa aku pilih laboratorium Pramita ? Selain tempatnya deket dengan rumah (Lab Pramita Jl. Adityawarman – Kutei) pelayanannya sangat bagus plus didukung suasana yang sejuk, nyaman dan bersih. Apalagi di bulan puasa ini pengennya berada di ruangan yang sejuk terus biar tidak terasa hausnya.

Sebenarnya proses tes darah dan urine sangat singkat, cuman ada beberapa kendala. Saat dzaky disuruh pipis, dia bener-bener gak mau pipis sambil merengek rewel. Kurang lebih 15 menit di KM sambil membujuk dzaky agar mau pipis, tapi dia tetep gak mau pipis malah mainan air di bak mandi. Padahal kalo dirumah, kapan saja… dimana saja… pipis adanya.

Karena dzaky gak mau pipis, sambil tetep gak pake celana dzaky diambil darahnya dan aku jaga-jaga membawa botol tempat urine sapa tau saat disuntik, air kencingnya langsung keluar. Awalnya darah yang mau diambil adalah lengan kiri dzaky, tapi karena diraba-raba tidak menemukan letak aliran darah maka diganti ke lengan kanannya.

Namanya anak kecil, masuk ruangan lab udah rewel apalagi disuntik ya jelas tambah nangis. Kebetulan saat itu yang megangi dzaky adalah mamanya, padahal mamanya juga gak berani disuntik hehehe… saat disuntik mamanya sambil merem-merem berusaha malingkan mukanya ke tempat lain… gak tega… gak berani juga…

Waahhhh… saat suntikan ditarik / disedot ternyata darahnya tidak ikut kesedot! Petugasnya dengan tenang berusaha membelokkan suntikannya untuk mencari aliran darah, tapi tetep aja darahnya gak kesedot. Jadi teringat aku dulu saat SD, kalo gak salah kelas 5-an di kantornya bapak ada program semacam imunisasi Hepatitis B, sama seperti dzaky darah diambil di lengan kiri gak keluar, setelah dipindah di lengan kanan baru keluar darahnya.

Karena lengan kanan tidak bisa diambil darahnya, balik lagi ke lengan kiri. Setelah dicari aliran darah yang pas, dzaky disuntik lagi… dzaky menangis lagi… baru darahnya bisa diambil. Setelah itu dzaky disuruh untuk pipis dirumah aja dan jika sudah pipis air kencingnya secepatnya di bawa ke laboratorium maksimal 1 jam setelah pipis, jika lebih dari 1 jam maka hasilnya tidak akan akurat.

Sampai dirumah dzaky belum pipis juga… perjalanan pulang dari lab Pramita kerumah, dzaky sengaja gak pake celana untuk antisipasi jika pipis di perjalanan, air kencingnya bisa langsung diambil. Karena dzaky udah ngantuk dan rewel, akhirnya dibawah ke tempat tidur biar bobok. Sebenarnya dzaky udah ditemeni mamanya, tapi aku melakukan tugas penting jadi aku ikut juga menemani disampingnya. Tak berapa lama, dzaky dan mamanya udah tidur nyenyak tinggal aku yang belum tidur.

Sebenarnya aku juga ngantuk berat, palagi bulan puasa kalo nganggur gini enaknya dibuat tidur.. tapi tanggung jawab untuk segera mendapatkan air kencing dzaky tidak akan berhasil jika aku ikut tidur. Benar juga kira-kira 20 menitan, dzaky mulet-mulet… dan botol yang siap ditanganku segera aku deketin burungnya dzaky… tak berapa lama… Cuurrr… Curr… dzaky pipis deras sekali, sebagian membasahi tangan dan sprei tempat tidur.

Alhamdulillah tugas telah selesai… segera aku meluncur ke lab Pramita untuk mengejar waktu agar tidak melebihi batas waktu 1 jam yang telah ditentukan. Aku jadi teringat dengan intro film TAXI, dimana lakon-nya ngebut dijalanan untuk ngantar pizza agar sampai di tempat tujuan tepat waktu… kalo di film TAXI pizza-nya terlambat datang, untungnya aku masih sampai di lab. Pramita dengan selamat dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menitan.

Sorenya hasil lab tadi aku bawa ke Dr. Dina, dan menurut beliau hasilnya bagus (normal) tapi ada 1 komponen darah yaitu LED yang diatas nilai rujukan, tapi masih bisa ditoleransi. Alhamdulillah dzaky tidak sakit aneh-aneh.

One thought on “Berburu Air Kencing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s