Sumpah Pemuda 2007 – Positifnya Indonesia

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Memperingati sumpah pemuda tahun ini, saya turut berpartisipasi dengan menambahkan kategori baru INDONESIAKU. Kategori ini khusus untuk semua artikel atau tulisan dari sisi yang POSITIF (citra yang baik) tentang Indonesia.

Semoga dengan adanya sisi positif Indonesia, bagi diriku sendiri bisa meningkatkan nasionalisme dan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia.

Untuk anda yang mempunyai berita positif tentang Indonesia, dan bersedia meluangkan waktu untuk mengirimkannya, kredit untuk anda akan diletakkan di akhir artikel.

Iklan

Bocah Pontianak Raih Penghargaan PBB

Seorang bocah Indonesia berumur enam tahun, Bryan Jevoncia, Rabu (17/10), di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, menerima penghargaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah memenangi lomba sayembara mendesain perangko PBB.

Acara pemberian penghargaan tersebut berlangsung di sebuah taman di kompleks Gedung PBB dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, serta sejumlah kepala perwakilan negara-negara asing, termasuk Wakil Tetap RI untuk PBB, Marty Natalegawa.

Bryan adalah satu di antara enam anak berusia 6-15 tahun dari berbagai negara yang gambarnya dinyatakan akan dijadikan sebagai desain perangko PBB seri tahun 2008. Lomba yang bertema “Kita Dapat Mengatasi Kemiskinan” itu diikuti oleh sekitar 12.000 peserta dari 124 negara dan diadakan dalam rangka peringatan Hari Internasional Penghapusan Kemiskinan.

“Sangat membanggakan, ada putera Indonesia yang terpilih dari sekian ribu peserta. Ini menjadi tanda bahwa generasi muda kita mampu menghasilkan karya-karya yang baik, membangun solidaritas dan peka terhadap masalah kemiskinan,” komentar Marty, sebagaimana dikutip dari Antara.

Selain mendapat kehormatan gambarnya dijadikan desain perangko PBB seri tahun 2008, Bryan juga mendapatkan penghargaan dari PBB berupa sertifikat. Desain perangko yang digarap Bryan bercerita tentang anak-anak yang setelah pulang sekolah membantu ibu mereka dengan mencari uang melalui keterampilan mereka, yaitu dengan menggunakan sisa-sisa bahan pakaian jahitan.

“Idenya memang dari saya. Saya dulunya penjahit dan banyak kain-kain yang tidak terpakai yang bisa digunakan. Dia ternyata bisa menggambarkannya dengan mudah. Dulu waktu kecil dia terbiasa mencoret-coret kertas sisa guntingan pola yang saya kerjakan,” papar ibu dari Bryan, Rosiana Fardimin, 43 tahun, yang mendampingi Bryan ke New York untuk menerima penghargaan dari PBB.

Selain oleh Rosiana, bocah kelahiran Pontianak pada 16 Desember 2000 yang kini duduk di kelas 2 SD Suster Pontianak, Kalimantan Barat, itu juga didampingi oleh kepala sekolahnya, Rosa De Lima.

Bryan sendiri mengaku senang mendapat penghargaaan PBB atas hasil karyanya. Ia juga mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu dengan satu tokoh di Indonesia untuk menunjukkan penghargaan yang diterimanya tersebut.

[EL, Ant]
http://gatra.com/artikel.php?id=108810

Alhamdulillah, Dzaky Udah Sembuh

Tadi malam tanggal 15/10/2007 dzaky kami ajak kontrol ke Dr. Dina, untuk konfirmasi lagi apakah dzaky udah dinyatakan sembuh atau masih perlu perawatan Khusus. Dr. Dina menyatakan dzaky udah sembuh dan tidak perlu perawatan khusus, beliau hanya minta agar istirahatnya diperbanyak biar tenaganya pulih seperti semula.

Dr. Dina juga menyatakan dzaky tidak terkena penyakit kawasaki, syukur alhamdulillah… pernyataan ini membuat aku dan mamanya dzaky bisa tersenyum lega. Gejala-gejala yang ada pada dzaky itu memang diakibatkan oleh pilek dan sariawannya. Mata merah disebabkan oleh pileknya yang tak kunjung sembuh dan juga tangisannya yang membuat matanya terus berair. Bibir merah disebabkan oleh sariawan / panas dalam. Dan tubuh yang lemas diakibatkan oleh mual/muntah-muntah yang dialami pada hari-hari sebelumnya dan juga kurang makan.
Baca lebih lanjut

Suspect Penyakit Kawasaki ?

Tanggal 11/10/2007 sebenarnya kondisi dzaky udah agak baikan, panasnya udah turun, matanya udah gak merah lagi, sariawannya juga udah hilang tinggal pileknya aja itupun kalo lagi nangis. Tapi yang bikin kawatir adalah tubuhnya lemas dan tidak mau berdiri atau jalan-jalan, pengennya cuman tiduran di kasur dan rewel terus.

Karena khawatir terjadi apa-apa, dzaky kami ajak ke Dr. Dina lagi. Melihat beberapa hari ini dzaky bolak-balik ke dokter dan melihat gejalanya seperti itu, Dr. Dina menduga kemungkinan… masih kemungkinan… dzaky terkena penyakit Kawasaki. Dan bilang kalo penyakit ini cukup berbahaya… wahhh mendengar informasi kayak gitu bikin tambah khawatir aja… palagi mamanya… hampir nangis mendengar penyakit kawasaki ini berbahaya dan kalo terlambat bisa merusak jantungnya.

Pantesan aja, saat memeriksa dzaky dan juga dari keluhan-keluhan yang kami sampaikan, wajahnya berubah menjadi serius. Dr. Dina ini orangnya halus dan lembut… jadi kelihatan sekali perubahan raut wajahnya.

Oh ya dzaky ini sangat gampang sekali nempel kalo yang ngajak itu cowok, gak peduli cowok itu muda atau tua… kalo mau digendong selalu nurut dan ngikut. Berbeda sekali kalo yang ngajak itu cewek… butuh trik-trik khusus agar dzaky mau digendong. Karena itu saat diperiksa oleh Dr. Dina, dzaky nangis terus.

Daripada bikin bingung dokternya, dzaky aku aja keluar ruangan… biar mamanya yang konsultasi ama Dr. Dina didalam. Dari konsultasi dengan Dr. Dina, penyebab penyakit ini adalah udara atau hawa… belum bisa dipastikan udara / hawa seperti apa yang menyebabkan penyakit Kawasaki.

Sebelum pulang Dr. Dina bilang “Kalo besok masih panas tinggi dan matanya merah, segera bawa kesini lagi. Dan jika besok tidak ketemu dengan saya, langsung bawa ke UGD. Tapi kalo udah turun, senin aja kontrol lagi kesini”.

Pernyataan itulah yang bikin aku tambah khawatir, kayaknya ini bukan penyakit biasa dan cukup berbahaya. Sampai dirumah, aku langsung tancepin kabel telpon ke laptop, dial ke TelkomNET dan buka Google dengan keyword “Penyakit Kawasaki”.

Baca lebih lanjut

Berburu Air Kencing

Sampai dengan tanggal 08/10/2007 sakitnya dzaky belum juga menunjukkan tanda-tanda membaik, panasnya masih naik turun diiringi dengan pilek dan sariawan. Saat itu memang udah rencana sama mama-nya dzaky, pulang kerja dzaky harus dibawah ke dokter lagi.

Sehabis sholat maghrib dan buka puasa, kami bertiga berangkat ke dokter langganan kami di Prakter Bersama Dokter Spesialis RKZ Jl. Ciliwung. Biasanya yang praktek untuk anak adalah Dr. Dina, tapi udah 2 kali kami kesana prakteknya masih dipegang Dr. Lusi. Kami bilang ke Dr. Lusi kalo obat yang diberikan sebelumnya belum menunjukkan gejala-gejala yang baik, dzaky masih tetap panas dingin.

Dr. Lusi bilang kalo demamnya kali ini agak membandel dan akan diberikan resep baru menggantikan resep sebelumnya. Jadi obat yang pemakaiannya harus dihabiskan itu diganti dengan obat baru yang lebih baik. Memang harganya lebih mahal dari sebelumnya, kalo sebelumnya seharga 70 ribu kini harga obat baru tersebut sekitar 130 ribu. Dan syukur alhamdulillah (masih bisa bersyukur saat dzaky sakit) obatnya akan diganti oleh kantor berapapun nilainya.

Selain mengganti obat, Dr Lusi juga mengajurkan agar dzaky di tes darah dan urine untuk mengetahui apakah dzaky terkena penyakit demam berdarah, tipus atau lainnya. Nah saat tes darah dan urine inilah petualangan berburu air kencing dimulai.

Baca lebih lanjut