Bayar Pajak STNK Tanpa Calo

Sabtu kemaren tanggal 25.08.2007 aku baru tahu kalo Pajak STNK udah telat bayar. Kali ini sebagai warga negara yang baik dan katanya “Orang bijak taat pajak” aku berusaha bayar pajak STNK sendiri di Samsat Ketintang Surabaya.

Sengaja ngurus sendiri tanpa menggunakan calo, karna katanya sekarang udah gampang dan gak terlalu ribet serta lebih murah dibanding mengurus ke calo.

Sampai di tempat parkir, ada calo yang nawarin jasa pengurusan pajak STNK dengan tarif Rp. 10.000,- sampai selesai. Dari penjelasannya calo tersebut akan memandu bagaimana cara mengisi formulir, menyerahkan ke bagian yang terkait sampai pembayaran pajak di kasir.

Dengan tarif yang gak segitu mahal, aku sempet berpikir “mendingan diurusin calo aja biar cepet” tapi pikiran tersebut langsung aku delete karna dari awal niatnya pengen ngurus sendiri, aku tolak tawaran calo tersebut.

Tadi masih di lokasi parkir, udah ada calo yang nawarin jasa. Didalam lokasi malah lebih banyak lagi calo-nya. Langsung aja ke tempat pembelian formulir dan beli formulir pembayaran pajak STNK, Rp. 1.000,- untuk 1 formulir dan dapat bonus plastik bening untuk membungkus STNK.


Meskipun berusaha untuk menolak menggunakan jasa calo, akhirnya aku menggunakan jasa calo untuk menuliskan data di formulir yang aku beli tadi.. soalnya aku gak bawa bolpen dan diluar juga gak ada yang jual bolpen, terpaksa deh.

Kalo dilihat dari segi fisiknya dan cara dia nawarkan jasa, calo ini kayaknya masih SMA dan “pendatang baru” di dunia percaloan. Aku tanya tarifnya untuk mengisi formulir tersebut dan dia jawab “Ya terserah mas-nya saja, dikasih berapa aja” karna aku udah tahu kalo tarif penulisan formulir ini rata-rata Rp. 2.000,- aku tawar dengan Rp. 1.000,- dan dia gak nolak.

Yang aku kagumi dari anak ini, dia cukup ramah dalam melayani “customer-nya” murah senyum dan informatif sesuai dengan Six Core Values dalam perusahaan tempat aku bekerja. Sambil mengisi formulir aku tanyain dia, bagian-bagian apa saja yang harus aku lewati sampai mendapatkan bukti pembayaran pajak, dan dia menjelaskan dengan baik dan dengan senyum yang tulus. Ini yang harus dicontoh!

Aku langsung menuju bagian Cek Blokir dan oleh petugasnya aku diingatkan kalo udah pindah alamat dan harus mengurus lagi dari awal dengan formulir yang berbeda. Ahh… aku juga lupa kalo alamat di KTP dengan STNK berbeda.

Akhirnya beli lagi formulir untuk mutasi/pindah alamat, formulirnya lebih mahal daripada tadi yaitu Rp. 5.000,- Untuk ngisi formulir tersebut aku cari calo pertama tadi tapi tidak ketemu. Akhirnya ngisikan ke calo lain dengan tarif Rp. 2.000,-.

Setelah formulir diisi, motorku dibawa ke bagian Cek Fisik untuk ngecek nomor rangkan/mesin. Disana ada beberapa orang yang memakai seragam biru dengan tulisan di punggung CEK FISIK. Segera motorku dicek nomor rangka/mesinnya. Gak sampai 5 menit aku diminta nyetemepelin formulir tadi di bagian Cek fisik dan membayar biaya cek fisik Rp. 3.000,- (sebenarnya bebas tapi dari beberapa temen tarifnya emang rata-rata segitu).

Setelah formulir cek fisik lengkap, aku ke bagian Putor di lantai 2 untuk minta stempel dan langsung menuju bagian cek blokir. Setelah beres aku dianjurkan untuk ke bagian Fiskal dan dibagian fiskal ini aku harus membayar dulu denda keterlambatan sebesar Rp. 37.000,- di kasir.

Bagian Fiskal beres, aku menuju ke Ka Unit Surabaya Selatan. Untuk pelayanan didalam gedung, pelayanan Ka Unit ini yang aku rasa paling bagus, langsung tanggap dan yang terpenting murah senyum! Sebagai customer, aku paling senang kalo dilayani dengan senyum tulus dan ramah.

Ka Unit udah paraf, dianjurkan ke bagian BBN. Setelah petugas BBN ngecekin semua formulir disuruh ke bagian Putor untuk membayar beberapa biaya mutasi/pindah alamat sebesar Rp. 40.000,-.

Di bagian ini pelayanan kurang memuaskan, lha wong formulir sudah ada dimejanya tapi petugasnya diam aja gak ngumumin ke orang-orang yang lagi nungguin untuk bayar biaya putor.

Formulir tersebut baru diproses setelah aku tanya langsung ke petugasnya setelah nunggu kurang lebih 15 menit. Setelah bayar biaya putor baru ke kasir untuk bayar pajak STNK. Lagi-lagi disini pelayanan kurang memuaskan dan diantara bagian di Samsat, bagian kasir inilah pelayanan yang paling buruk.

Dari bagian Putor tadi mengatakan “Mas tinggal bayar di Kasir, tunggu aja kurang lebih 30 menit”. Kurang lebih 20 menit aku tanya ke petugas di kasir “Bu, mau bayar pajak.”

Sama petugasnya dijawab “Udah nunggu berapa menit ?” aku jawab “barusan 20 menit” petugasnya balik jawab “tunggu aja kurang lebih 30 menit”. Setelah 40 menit aku tanya lagi, dan menurut petugasnya disuruh nunggu nanti dipanggil kalo dokumen udah ada di mejanya.

Oke aku turuti lagi, tp hampir 50 menit dan kasir udah mulai sepi karna udah mau tutup, aku tanya lagi… ehhh petugasnya malah melempar ke temannya dan temennya tadi ngambil map di belakang dia… waahh… ini nih yang bikin payah. Wong dokumen sudah siap di belakang, tp masih ada aja alasannya untuk nggak jalanin.

“Mau bayar pajak aja susah, tanya kenapa ?”

Setelah bayar pajak, aku diminta ke bagian penerimaan STNK. Dan sama petugasnya dibilangin kalo jamnya udah tutup. Wahh gimana nih, padahal kasir di sebelah menyarankan untuk menunggu tapi di dibagian ini dinyatakan udah tutup.

Tapi… petugasnya berusaha bantuin untuk mengambil STNK-ku sapa tau udah jadi… aku agak seneng juga beliau kembali dengan membawa STNK-ku tapi disini masih kena charge Rp. 5.000,- (gak tau biayanya untuk apa).

Setelah STNK jadi, baru ambil plat nomor di ruangan paling belakang sendiri dekat cek fisik. Selesai deh mutasi/pindah alamat dan bayar pajak tahunan STNK.

Kalo aku simpulkan, secara kesluruhan emang pelayanannya kurang memuaskan tapi setidaknya ada beberapa petugas ada yang benar-benar mengutamakan pelayanan yang baik. Seperti Ka. Unit Surabaya Selatan yang ramah dan informatif.

Kalo sekedar ngurus pajak tahunan sih, mending ngurus sendiri gak usah lewat calo karna bisa menghemat 30-50 ribu… lumayan kan. Kalo untuk utasi/pindah alamat emang agak panjang karna semua bagian akan dilalui, tapi bisa dicoba jika memang lagi nganggur dan tidak ada aktvitas lain.

6 thoughts on “Bayar Pajak STNK Tanpa Calo

  1. wewed berkata:

    Samsat memang jancrut tenannn…. mo bayar pajak ajah kok susahh… emang gak ada yg lebih sederhana… lewat ATM kek…. Negara gak usah takut… rakyatnya patuh bayar pajak kok, birokrasi dan sistemnya ajah yang rawan pungutan yang gak liar, mugo2 duit pungutan dadi TA!!!! gak jadi daging, piss!!

    [add] Setuju bos! Setidaknya sekarang sudah mulai berubah dengan banyaknya layanan SIM keliling dan juga SIM corner, dan aku pernah baca pembayaran pajak bisa di tempat2 tertentu.

  2. tri berkata:

    iya kenapa tidak bisa bayar lewat ATM kayak bayar listrik, air dan telepon ? pembayar pajak masih bisa dilacak juga kan pak?

  3. tono berkata:

    kenapa pajaknya tidak proporsional sesuai nilai jual objek pajak, ada yang kena 1 % dan ada yang kena 2 % dari nilai jual kendaraan, kenapa tidak seperti pajak yang lain misal PPN 10 %, PPh 2,5 % dari nilai …. ? (tidak membedakan jenis (kelamin), umur (tua/ muda), penampilan (baik/buruk)

  4. parmen berkata:

    Iya bekasi mmg banyak pungli polisi..palagi klo kita ketangkep dijalanan…udah deh di tawar2in mo dibantu pa mo pengadilan..pret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s